"Belum ada sesuatu partai politik
di Indonesia yang begitu jauh telah mengumumkan programnya. Baik partai dari
intelektuil-intelektuil seperti Budi Utomo dan Nasional Indische Partij maupun
massa Partai Sarekat Islam dapat menyusun dengan pendek tuntutan-tuntutan ekonomi
dan politiknya. Mereka berpegang teguh pada perkataan merdeka yang sama. Mereka
tak pernah mengupas keadaan ekonomi dan sosial masyarakat Indonesia. Karenanya
mereka juga tak pernah sampai pada programnya, sebab suatu program bukannya
hanya satu “daftar keinginan”, akan tetapi harus didasarkan atas susunan sosial
ekonomi sesuatu negeri.
Juga Partai Komunis Indonesia belum pernah
menyusun apa yang ia sebenarnya mau-kan sekarang di bawah imperialisme, dan
sesudah hapusnya imperialisme. Sudah tepat pada waktunya kita kerjakan
sekarang. Bukannya karena program adalah segala sesuatunya! Tidak, tak ada
sesuatu program revolusioner yang berarti, jika tak ada pergerakan
revolusioner. Akan tetapi juga, jika tiap-tiap gerakan revolusioner yang tak
mempunyai dasar teori yang nyata dan tujuan revolusioner yang tersusun tegas
(yaitu suatu program) akan tak berdaya suatu apa dan akan menjadi alat
kapitalisme. Sebagai bukti dapat kita ambil sebagai contoh : BU, NIP, dan SI.
Ketiga-tiganya setidak-tidaknya pada permulaan adalah revolusioner. Akan tetapi
tak ada satu yang bisa menyusun revolusionernya. Memang pemimpin dan disiplin
menyebabkan juga keruntuhan partai-partai ini, akan tetapi sebab yang terutama
ialah tak adanya tujuan yang tersusun (program) dan penguraian yang jelas
tentang jalan-jalan yang harus ditempuh (taktik)."
Begitulah pembukaan paragraf yang membahas mengenai keterangan Program Nasional Partai Nasional Indonesia (PKI) yang di buat oleh Tan Malaka dalam karya 'Naar de 'Republiek Indonesia'
Menuju Republik Indonesia yang dibuat pada tahun 1925 di Tiongkok. Berikut merupakan Program-program yang disusun Tan Malaka untuk PKI dalam merebut kemerdekaan.
PROGRAM NASIONAL PKI
EKONOMI.
- Menasionalisi pabrik-pabrik dan
tambang-tambang seperti tambang arang batu, timah, minyak dan tambang emas.
- Menasionalisi hutan-hutan dan
perusahaan-perusahaan modern seperti perusahaan gula, karet, teh kopi, kina,
kelapa, nila dan tapioka.
- Menasionalisi perusahaan-perusahaan
lalulintas dan angkutan.
- Menasionalisi bank-bank,
perusahaan-perusahaan perseorangan dan maskapai-maskapai perniagaan besar
lainnya.
- Me-elektrifisir Indonesia dengan
membangun indsutri-industri baru dengan bantuan negara seperti pabrik-pabrik
mesin dan tekstil dan galangan pembikinan kapal.
- Mendirikan koperasi-koperasi
rakyat dengan bantuan kredit yang murah dari negara.
- Memberikan bantuan hewan dan
alat-alat kerja kepada kaum tani untuk memperbaiki pertaniannya dan mendirikan
kebun-kebun percobaan negara.
- Pemindahan penduduk besar-besaran
biaya negara dari Jawa ke daerah-daerah luar Jawa.
- Pembagian tanah-tanah yang tidak
ditanami antara petani-petani melarat dan yang tidak mempunyai tanah dengan
bantuan uang mengusahakan tanah-tanah itu.
- Menghapuskan sisa-sisa feodal dan
tanah-tanah partikelir dan membagikan yang tersebut belakangan ini kepada
petani melarat dan proletar.
POLITIK.
- Kemerdekaan Indonesia dengan
segera dan tak terbatas.
- Membentuk republik federasi dari
pebagai pulau-pulau Indonesia.
- Segera memanggil rapat nasional
dan yang mewakili semua rakyat dan agama di Indonesia.
- Segera memberi hak politik
sepenuhnya kepada penduduk Indonesia baik laki-laki maupun wanita.
SOSIAL.
- Gaji minimum, kerja 7 jam dan
perbaikan jam kerja dan penghidupan buruh.
- Perlindungan kerja dengan
pengakuan hak mogok di antara buruh.
- Pembagian keuntungan bagi buruh di
industri-industri besar.
- Membentuk majelis-majelis buruh di
Industri-industri besar.
- Pemisahan gereja dan negara dan
mengakui kemerdekaan agama.
- Memberikan hak-hak sosial,
ekonomi, dan politik kepada semua warga negara Indonesia baik laki-laki maupun
wanita.
- Menasionalisasi rumah-rumah besar
dan membangun rumah-rumah baru dan distribusi rumah-rumah antara buruh negara.
PELAJARAN DAN PENDIDIKAN.
- Wajib belajar bagi anak-anak semua
warga negara Indonesia dengan Cuma-Cuma sampai umur 17 tahun dengan bahasa
Indonesia sebagai bahasa pengantar dan bahasa Inggris sebagai bahasa asing yang
terutama.
- Menghapuskan sistem pelajaran
sekarang dan menyusun sistem yang langsung berdasarkan atas
kepentingan-kepentingan Indonesia yang sudah ada dan yang akan dibangun.
- Memperbaiki dan memperbanyak
jumlah sekolah-sekolah kejuruan, pertanian, dan perdagangan dan memperbaiki dan
memperbanyak jumlah sekolah-sekolah bagi pegawai-pegawai tinggi di lapangan
teknik dan administrasi.
MILITER.
- Menghapuskan tentara imperialis
dan mengadakan milisi rakyat untuk mempertahankan Republik Indonesia.
- Menghapuskan kehidupan di
kamp-kamp (tangsi-tangsi) dan semua UU yang merendahkan militer rendahan
mengijinkan bertempat di kampung-kampung dan di rumah-rumah baru yang dibangun
untuk mereka, perlakuan lebih baik dan mempertinggi gaji mereka.
- Memberikan hak sepenuhnya untuk
mengadakan organisasi dan rapat kepada militer Indonesia.
POLISI.
- Pemisahan pangreh praja, polisi,
dan justisi.
- Memberikan hak-hak sepenuhnya
kepada tiap-tiap terdakwa unutk melindungi diri menentang hakim di muka
pengadilan, dan membebaskan terdakwa dalam waktu 24 jam jika bukti dan
saksi-saksi bagi mereka ternyata cukup.Tiap-tiap perkara yang mempunyai dasar
hukum, harus diselesaikan dalam waktu lima hari yang sesuai tertib dan di muka
umum.
RENCANA AKSI.
- Menuntut 7 jam kerja, gaji minimum
dan syarat-syarat kerja dan penghidupan yang lebih baik bagi buruh.
- Mengakui Sarekat Sekerja dan hak
mogok.
- Organisasi dan petani untuk
hak-hak ekonomi dan politik.
- Penghapusan peenalo sanctie.
- Menghapuskan hukum-hukum dan
undang-undang untuk menindas pergerakan politik, seperti hak-hak pemerintah
untuk :
- Mengasingkan tiap-tiap orang yang
dipandang berbahaya bagi pemerintah.
- Melarang pemogokan.
- Melarang dan membubarkan
rapat-rapat.
- Melarang penyiaran pers.
- Melarang memberikan
pelajaran-pelajaran dan pengakuan sepenuhnya atas kemerdekaan bergerak.
- Menuntut hak berdemonstrasi,
demonstrasi massa di seluruh Indonesia melawan penindasan ekonomi dan politik
seperti : pajak pembebasan dengan segala tawanan politik dan pengembalian orang
buangan politik, massa aksi yang mana harus diperkuat dengan pemogokan umum dan
melawan pemerintah.
- Menuntut hapusnya Volksraad, Raad
van Indie dan Algemeene Secretaris dan pembentukan Majelis Nasional (National
Assembly) dari mana nanti akan dipilih Badan Pelaksana yang bertanggung jawab
kepara Majelis Nasional.